
Cerita berasal dari sebuah legenda dan mitos bahwa lebih dari 2000 tahun yll, Kerajaan Nak-Rang memiliki sebuah drum mistik (Ja Myung Go)yang akan terdengar bila musuh datang menyerang. Pada kenyataanya Ja Myung Go bukan mewakili sebuah drum tetapi sebaliknya adalah seorang putri Raja, Putri Ja Myung. Putri Ja Myung dan Putri Nak-Rang dilahirkan pada hari dan waktu yang sama, mereka satu ayah tetapi berbeda ibu. Ada yang memperkirakan bahwa dari salah satu putri akan ada yang menjadi penyelamat bangsa sedangkan yang satunya akan membawa kehancuran bagi bangsanya sendiri. Dengan menggunakan latar belakang keluarganya yang kuat ibu Putri Nak-Rang berhasil membentuk anaknya sebagai penyelamat bangsa sedangkan Putri Ja Myung mendapat cap sebagai putri penghancur bangsa. Sehingga Putri Ja Myung harus dibunuh untuk menyelematkan bangsa dari kehancuran kelak, akan tetapi Putri Ja Myung berhasil lolos dari kematian dan hidup sebagai rakyat biasa. Setelah mengetahui identitasnya yang sebenernya Putri Ja Myung kembali ke Kerajaan dan menimbulkan gelombang politik internal dan perebutan kekuasaan. Seiring berjalannya waktu, Putri Ja Myung dan Pangeran Ho Dong dari Goguryeo saling jatuh cinta, namun nasib mengatakan mereka tidak dapat bersama-sama. Selain itu Putri NAk-Rang juga jatuh cinta kepada Pangeran Ho Dong serta rela memberikan bangsanya dan menghancurkan kerajaannya untuk Pangeran Ho Dong, akan tetapi Putri Ja Myung berjuang untuk menyelamatkan bangsanya darikehancuran dengan menusukan pedangnya ke arah kekasihnya Pangeran Ho Dong





